Sabtu, April 26, 2008

Oleh-Oleh Cerita Dari Padang

Nah kali ini oleh-oleh cerita perjalanan saya ke Padang minggu ini. Setelah minggu kemarin ke Ujung Pandang, minggu ini ke Pandang. Seneng juga sih traveling ke sana, soalnya belum pernah. Tapi hiks.. harus ninggalin anak lagi :( terus juga gak sempat ngurusin bisnis yang lain.

Daripada bersusah-susah mending cerita aja yang seneng-seneng ya :))
Mulai berangkat hari Senin sore. Sama rombongan 4 orang dari kantor. Alhamdulillah gak delay. Dari pesawat di atas pemandangannya bagus banget. Apalagi lautnya. Kebetulan saat itu sebagian hujan, jadinya saya melihat seperti ada tirai tipis yang menghubungkan langit dan bumi. Subhanallah.. Indah banget...
Sekitar jam 6 sore sampai di Padang. Sudah ada yang jemput untuk diantar ke hotel. Kami menginap di Ambacang, sebuah hotel bintang 3. Sebelumnya pengen di Bumi Minang, tapi kata seorang teman katanya hotelnya kamarnya kecil. Dan ternyata benar, katanya yang Ambacang ini lebih bagus.
Nah, anehnya nih di Padang, bagi Anda yang tidak merokok, gak bakalan bisa nemu hotel yang ada non smooking room :(. Weh..weh.. surga bener nih buat perokok :(.
Ceritanya mestinya aku dapat jatah kamar deluxe ternyata malah dapat junior suite :)). Guedhe banget kamarnya. Kamar mandi aja ada shower dan bathup. Cuma satu yang sayang. Kamarnya di lantai 2 yang nggak menghadap luar jadi gak ada view luar supaya bisa ketemu matahari. Minta pindah ternyata gak ada kamar. Ya sudah dinikmati aja :)
Habis istirahat pagi-pagi siap-siap ke kantor tujuan. Kami mau ke Semen Padang. Sampai di sana langsung deh tancap gas soalnya pekerjaan sudah menunggu.
Rencananya kami bekerja hari Selasa dan Rabu. Selasa asumsi mempersiapkan semuanya mulai dari network dan sistemnya, Rabunya kita test dengan user. Lha kok ada info usernya gak bisa kalau hari Rabu, bisanya Selasa. Ya sudah deh, kita paksakan Selasa user sudah melakukan testing. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Pending matters yang di list bisa diselesaikan semua. Akhirnya Selasa sore semua sudah kelar... Alhamdulillah.. Alhamdulillah... Lancarr...Car.. Sangat lancar dibandingkan dengan minggu lalu di Makasar.
Usernya juga semangat jadi kitanya juga semangat :). Sampai jam 7 usernya masih mau berepot-repot ngetest email :).
Akhirnya malam itu walaupun capek tapi everybody happy karena kerjaan sudah beres :).

Dari rumah sebetulnya saya sudah berangan-angan pengen makan nasi Padang asli Padang :). Dari dulu memang saya suka sekali nasi Padang. Dulu waktu hamil malah pernah tiap hari beli nasi Padang :).
Akhirnya malam itu kita gak langsung balik hotel tapi cari nasi Padang. Putar-putar jalan kaki, akhirnya dapat. Hmm asyik juga.. Saya baru tahu kalau nasi Padang asli ini beda dengan yang ada di Jawa. Kalau di jawa unsur manisnya ada, kalau di Padang cuma ada rasa asin. Gak cuma nasi Padangnya lho.. Pisang goreng di sini juga asin bumbunya.
Habis makan kita jalan kaki ke hotel... Berhubung gak tahu jalan jadi ya muternya kejauhan :). Gak papalah.. Hitung-hitung mengurangi kolesterol habis makan berlemak, sekaligus melihat-lihat suasana kota.
Sampai hotel sudah jam 9an. Sudah waktunya istirahat dan tidur.
Next day..
Karena kemarin kerjaan sudah kelar, aku request untuk jalan-jalan :). Katanya kalau ke Padang belum ke Bukittinggi berarti belum ke Padang. Jadilah.. Ayo ke Bukittinggi :)..


Di bawah ini foto-fotonya.






Ini foto mampir makan siang dalam perjalanan ke Bukittinggi, sebuah restoran masakan Padang bernama Lamun Ombak.





Di sini berbagai menu masakan Padang. Ada lesehannya juga kalau mau.









Nah yang ini lagi berpose di Air Terjun Lembah Anai. Mirip Kakek Bodo di Treteslah.. Bedanya ini di pinggir jalan jadi kelihatan dari jalan. Suejuk... Suejuk airnya :)


























Satu lagi yang khas Padang... Rumah tanduk kerbaunya :). Ini kami sedang nampang di depan Pusat Dokumentasi & Informasi Kebudayaan Minang. Di gedung ini ada sejarah kebudayaan Minang dan kekayaan budayanya. Yang menarik dari bangunan rumah adat Minang pada umumnya adalah strukturnya yang miring di sisi-sisinya. Kabarnya ini dibuat supaya lebih tahan gempa. Benar juga ya :).




Lihatlah.. Miring kan??
Soal bentuk atapnya yang seperti tanduk kerbau, ada suatu legenda, pada saat itu akan diadakan lomba dari kerjaaan di Jawa dan Minang. Lombanya yaitu adu kerbau. Dari Jawa dibawakan kerbau yang besar, sedangkan dari Minang dibawakan kerbau kecil saja. Kerbau kecil itu diberi tanduk besi. Nah waktu 2 kerbau itu ketemu si kerbau kecil langsung berusaha menyusu kerbau besar itu. Ndusel.. ndusel dengan tanduk besinya akhirnya kalah deh kerbau besarnya :).








Nah kalau ini lagi mejeng di sebuah tower di Lembah Sihanok. Lembah Sihanok ini seperti Grand Canyonnya Sumbar. Bagus banget viewnya.













Yang tidak kalah uniknya, di Sihanok ini banyak sekali kera berkeliaran. Cukup jinak lho keranya. Apalagi kalau Anda bawa kacang :). Tidak seperti di Bali dimana keranya agresif ngambil barangnya pengunjung, di sini keranya sangat sopan :)














Satu lagi dekat Lembah Sihanok adalah Lobang Jepang. Ini adalah gua yang dibuat semasa penjajahan Jepang. Gua ini berada di bawah kota Bukittinggi. Gua ini digunakan Jepang untuk menyimpan amunisi dan mengetahui posisis musuh, Tempat ini strategis karena letaknya di tempat yang tinggi sehingga lautpun kelihatan. Hebatnya pada saat pembuatan sama sekali tidak terendus oleh orang Indonesia. Yang dibuka baru sekitar 10% kalau tidak salah. Wuah hebat. segitu besar baru 10%??
Awalnya saya gak pengen masuk gua ini. Yang namanya gua dari dulu tidak pernah menarik buat saya. Apalagi ini gua buatan yang kabarnya buat penyiksaan juga. Hiiii sereemmmm. Tapi Pak guidenya cerita kalau di sini sudah di-sterilkan dari hal-hal yang negatif termasuk makhluk halus. Bahkan di angin-anginnya, di dalamnya diberi Al Qur'an. Pernah lho di sini dibuat acara Uji Nyali sama Pemburu Hantu. Yang Pemburu Hantu gak dapat, yang Uji nyali orangnya sampai terkencing-kencing. Kabarnya sih bukan karena ada makhluk halusnya, tapi karena niat masuknya sudah salah.
Di sini saya masih merasa serem walaupun lampunya di dalam terang benderang. Membayangkan seperti cerita guide nya bahwa dulu dikerjakan dengan romusha. Hiks.. membayangkan orang-orang yang kurus kurang makan tapi disuruh kerja keras. Kalau membangkang atau malas disiksa.. sampai dibunuh :(( .. hiks..hiks.. sadizzzzzz!!!!
Membayangkan itu jadi miris banget. Sadis bener nih Jepang. Apalagi di dalam ada kuburan masal. Di sebelahnya ada dapur yang bukan buat masak tapi buat menyiksa orang :(. Kalau sudah mati dibuang di lobang di situ yang langsung terhubung ke sungai.. Hiiii bergidik saya mendengarnya. Waktu di situ rasanya kepala seperti berputar-putar... Ngeri membayangkannya


Tempat terakhir yang dikunjungi adalah Jam Gadang. Kabarnya mesin jam ini sama lho dengan Big Ben. Kabarnya juga cuma ada 2 di dunia. Mesin jam ini pemberian ratu Inggris kepada pemerintah Belanda dan dipasang di sini.
Atap aslinya sudah berubah, sejak jaman Belanda. Lalu waktu jaman Jepang juga diubah. Setelah merdeka atapnya diubah bentuk yang khas Minang.
Sayang sekali di sini tidak bisa naik ke atas. Coba kalau bisa wuah pasti indah :)




Pulang dari Bukittinggi ketemu macet. Sekitar 2 jam kami harus bermacet-macet. Ternyata ada 2 truk yang mogok di tengah jalan.
Hiks.. Akhirnya sampai hotel sudah jam 1an dini hari. Padahal pagi sudah harus check out balik Surabaya. Ya sudahlah.. tidur sebentar yang penting hepy :)

Senin, April 21, 2008

Mengintip harga pesaing

Mengetahui kelebihan dan kekurangan pesaing, tentu adalah hal yang perlu dilakukan. Tentu saja kita juga harus melakukan hal yang sama untuk bisnis kita. Tujuannya untuk mengetahui peta kekuatan kita, sekaligus mengetahui 'opportunity' yang mungkin bisa diambil. Istilah kerennya analisa SWOT :)
Salah satu komponen yang biasanya dilihat adalah masalah harga. Ini penting untuk memposisikan dan merumuskan berapa harga yang pas untuk kita berikan kepada pelanggan kita. Jangan sampai barang kita tidak laku karena harga yang kemahalan dari pesaing di sekitar kita padahal barangnya sama.
Mengintip harga pesaing susah-susah gampang. Bisa saja kita pura-pura ke toko itu dan mencari tahu harga barang-barang di sana. Cuman kalau keseringan bisa mencurigakan kali ya :)
Saya punya pengalaman. Ceritanya saya lagi jalan-jalan di Alun-alun. Seperti biasa di sana banyak dijual barang-barang dengan harga miring. Diantaranya adalah jilbab. Tidak seperti biasanya, jilbab yang dijual saya lihat modelnya beragam. Saya sempatkan untuk mampir dan membeli. Bahannya lumayan, modelnya oke, jahitannya memang yang berbeda dengan jilbab toko. Harganya lumayan murah tuh :). Habis beli dan meninggalkan penjualnya, sambil jalan saya ditanyai oleh ibu-ibu yang menggandeng cucunya. Saya bilang cucunya karena si ibu ini sudah cukup tua sementara anaknya masih kecil. Kalau ternyata anaknya ya gak tahu ya :)
Nah si ibu ini bertanya kepada saya berapa harganya. Semula saya pikir ibu ini adalah salah satu pelanggan yang ingin membeli juga. Biasalah kalau beli barang yang pake tawar menawar gitu pembeli yang sudah deal beli ditanyai sama pelanggan lain harganya. Dengan begitu bisa jadi patokan menawar lagi :). Nah, setelah saya jelaskan berapa harganya Ibu itu mengangguk dan bilang kalau dia juga punya dagangan jilbab, barangkali saya mau lihat-lihat :)... he..he.. ternyata si ibu ini lagi jadi spy tho.. Kirain mau beli juga :))
Adik saya punya pengalaman lain. Dengan pelayanan yang baik kepada pelanggannya membuat pelanggan merasa enjoy bercerita. Pelanggannya sendiri yang bercerita dia beli di si A harganya segini, barangnya begini. Di toko B harganya segini barangnya begini.. He..he. nah.. kalau ini sih gak perlu spy sudah lengkap deh database harga pesaing kita :)

Kembalian Receh Bagaimana??

Kembalian receh kelihatannya memang hal remeh. Tapi tahukah Anda bahwa seringkali ini membuat saya jengkel?? Mungkin bukan cuma saya, tapi juga banyak orang yang lain.
Saya sering mengalami, saya yakin juga Anda sering mengalami bahwa apabila kita berbelanja dengan pembayaran secara cash maka kembalian akan dibulatkan ke 100 Rupiah ke bawah!! Misalkan Anda berbelanja dan kembaliannya mestinya Rp. 190 akan cuma diberi Rp. 100. Menurut saya ini jelas tidak fair! Apalagi hal ini banyak dilakukan bahkan oleh Supermarket besar. Bisa Anda bayangkan kalau setiap kembalian diperlakukan seperti ini, berapa untung yang diperoleh oleh Toko / Supermarket itu setiap hari dari cuma 'mencuri' sedikit kembalian itu. Memang tidak banyak sih, tapi kalau dikumpulkan sebulan..setahun?? Pasti lumayan nilainya :)
Kenapa saya bilang tadi mencuri?? Karena uang itu sebetulnya adalah hak pembeli. Lha sekarang ini orang membulatkan kembalian ke bawah ini sudah menjadi sesuatu yang biasa, sehingga seorang kasirpun menganggap itu adalah hal biasa dan tidak perlu minta maaf atas kekurangan kembaliannya. Barangkali juga kita sebagai pembeli sudah menganggap itu hal yang biasa sehingga tidak menegur kasir atas kekurangan itu.
Saya lebih jengkel lagi, kalau sudah kembaliannya disunat, eh yang seratusan diganti permen! Weh..weh... Lha apa saya beli permen kok dikasih permen? Dasar saya ini gak suka permen, jadi dongkol kalau kembalian dikasih permen. Mending tidak usah dikasih permen deh daripada dikasih kembalian permen. Permintaan maaf karena tidak ada kembalian 100an akan lebih bermakna daripada dikasih permen.
Lebih dongkol lagi kalau saya tahu si kasir sebetulnya punya uang 100an banyak tapi sayang ngasihnya. Wuah.. rasanya mau ngomel saja. Saya pernah lho mengalami itu. Kembali 300 juga dikasih 3 permen.. Lha ini kan merugikan konsumen banget. Bukan masalah 300 Rupiahnya tapi ketidakadilannya ini yang bikin jengkel. Lha apa kalau kita belanja uangnya pakai permen boleh?? :)
Lha terus gimana?? Bagi Anda yang punya toko (hiks.. saya belum punya nih), kalau Anda menjual barang yang memungkinkan adanya kembalian receh sediakanlah. Saya pernah menemui sebuah toko roti yang rutin menukar receh dari pengemis. Ini kan simbiosis mutualisme :). Memang ada extra effort disana, tapi ini demi keadilan bagi pelanggan Anda. Hmm... Saya paling suka kalau sudah kembaliannya lengkap, uangnya baru lagi :)). Rasanya berbeda lho bagi konsumen.. Rasanya konsumen ini dihargai banget. Dan saya respek sekali dengan toko semacam ini.
Nah, sebetulnya saya punya ide yang lebih baik untuk mengelola kembalian ini. Sedikit tambahan effort, namun saya yakin ini bisa Anda jual sebagai 'nilai plus' toko Anda. Siapa tahu toko Anda lebih laris.
Begini... Bagaimana kalau kembalian yang tak terbayarkan ini disampaikan ke fakir miskin?? Tentu saja atas seijin dan keikhlasan dari pelanggan Anda ya.. Saya yakin, kalau Anda berniat baik akan menyumbangkan kembalian receh tersebut ke fakir miskin, maka pembeli akan dengan senang hati memberikannya, bahkan bila perlu kembalian yang besarpun juga diberikan :).
Effort yang harus Anda lakukan tentu saja menyediakan sistem untuk pencatatan ini. Usahakan se-transparan mungkin. Bila perlu Anda sediakan tempat khusus untuk men-display berapa yang sudah terkumpul sampai saat ini dan berapa yang sudah disumbangkan serta kemana uang tersebut didistribusikan. Setiap yang berkunjung yang datang bisa melihat. Tentu saja Anda harus jujur dalam memegang amanah ini. Ini penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan. Alhamdulillah.. Selain Anda memuaskan pelanggan Anda karena tidak ada kembalian yang dikorupsi, juga bersama mereka Anda bisa berbuat amal yang InsyaAllah akan barokah.
Jangan lupa bagi kasir yang melayani pembeli untuk meminta maaf apabila tidak ada kembalian receh, dan menawarkan keikhlasan pembeli untuk menyalurkan kekurangan kembalian ke yang lebih membutuhkan.
Mudah-mudahan dengan begini akan meningkatkan kepercayaan pelanggan Anda dan membuat toko Anda berbeda dari yang lainnya.
Sekarang ini sudah menjadi trend dan sering kita dengar di iklan bahwa dengan membeli barang anu Anda akan ikut menyumbang sekian Rupiah untuk membantu apa gitu. Nah, tentunya ini bisa dimulai di toko Anda dengan mengelola kembalian pelanggan. Siapa tahu, walaupun harga Anda sama dengan pesaing Anda, tapi pelanggan lebih memilih toko Anda karena alasan ini. Mudah-mudahan bukan riya' tapi sambil menyelam minum air. Sambil beramal bisa meramaikan penjualan toko :)

Sabtu, April 19, 2008

Oleh-oleh cerita perjalanan Makasar

Minggu lalu kebetulan aku dinas ke Makasar. Di satu sisi ini memuaskan hobby travellingku :). Tapi di sisi lain kasihan juga meninggalkan anak-anak di rumah dalam waktu cukup lama. Aku berangkat hari Senin pagi banget. Pesawat jam 6. Jadinya sebelum subuh harus sudah siap-siap. Habis sholat langsung cabut dari rumah.
Siang itu cerah sekali. Perjalanan dengan pesawat 1 jam 30 menitan. Lebih lama dari perjalanan Surabaya - Jakarta. Untunglah kita berangkat bertiga jadi ada teman ngobrol.
Sampai di bandara kita langsung ke hotel. Beruntung hotelnya bersedia menampung kita yang datang kepagian karena memang ada kamar :). Free lho..
Entah hari itu kenapa hotel-hotel pada penuh. Jadi rombongan nginap sehari di Losari Beach hotel dan pindah keesokan harinya. Gak papa. Lumayanlah, kalau di losari bisa tahu pantainya seperti apa. Bener aja, kamarku menghadap pantai. Asyik Euy :).
Gak pake istirahat-istirahatan langsung tancap, karena mobil dari kantor sudah menunggu. Kami mau ke Pangkep, ke salah satu pabrik semen di sana yaitu Semen Tonasa. Aku pikir perjalanan cuma makan waktu sebentar.. Lha kok 2 jam ya.. Wuih... cepek deh...
Sampai di Semen Tonasa kami sudah disambut teman-teman di sana.. Lalu diajak makan siang.. Weh enak tenan.. baru datang langsung makan :), apalagi belum sarapan :)
Seperti biasa kalau di sana spesial pake ikan :)). Itu kegemaranku :)
Habis makan, ngobrol-ngobrol, sholat thennnnn kerja...kerja....
Hari itu persiapan untuk-besok-besoknya.. Lebih banyak untuk persiapan komputer dan networknya serta planning 2 hari kedepan. Hari beranjak sore tak terasa sudah malam deh.. Akhirnya baru pulang dari kantor jam setengah 9 :(. Hiks.. gak bisa lihat sunset :(

Kekecewaanku sedikit terobati karena tuan rumah ngajak makan ikan bakar :). Asyik juga nih makan ikan bakar asli makasar :). Tuh di foto saat nunggu ikan bakarnya siap..

Pilih-pilih ikan... akhirnya pilihan ke ikan baronang. Di Gresik jarang nih ikan baronang. Paling juga yang ada cuma bawal.

Setelah siap rombongan yang kira-kira selusin langsung menyantap hidangan.. Ada sambal dan lalapan mentimun. Enaklah.. Apalagi buat yang kelaparan :)
Sampe di hotel sudah jam setengah 12 an.. Sebetulnya masih pengen lihat-lihat sekitar karena Losari masih rame walaupun sudah malam, tapi kok ya ngantuk plus capek. Besok mesti pindah hotel dan kerja lagi :(
Next day...

Pagi-pagi teman serombongan ngajak duduk-duduk di pantai memandangi ombak.. Asyik juga tuh.. Tuh fotoku lagi mejeng depan hotel :). Kayaknya losari gak pernah tidur.. Malam sebelum aku tidur masih rame, bangun tidur juga rame :)
Oke habis sarapan langsung tancap lagi ke Pangkep. Sebelumnya checkout dan checkin ke Sahid. Sayangnya di Sahid belum ada kamar jadi ya tas-tas segala macam dibawa deh.
Habis itu.... Perjalanan panjang ke Pangkep. Lumayan juga sebetulnya. Pemandangan khas pedesaan... sawah-sawah hijau... rumah panggung... benar-benar menarik.
Hari itu kami coba selesaikan PR-PR yang ada. Sayangnya banyak yang stagnan. Mentok gak tahu kenapa gak bisa jalan. Udah kayak gitu sebagian yang lain malah jalan-jalan ke Batimurung. Itu lho tempat wisata yang banyak kupu-kupunya. Pengen banget ikut sih kalau gak ingat tugasnya masih banyak. Bisa-bisa sia-sia datang jauh-jauh kalau PRnya gak kelar.
Oh iya waktu siang itu perutku sudah mulai agak gak beres nih.. 2 kali bab agak cair.. Tapi kupikir cuma masuk angin aja.
Hari ini aku bertekat mau lihat sunset :)).. Balik setengah 5... Eh.. gak dapat juga :(((. Ya sudahlah istirahat aja di hotel.. Yang ini hotelnya bagus, cuma jauh dari pantai, dekat dengan mall ratu plasa. Iseng-iseng jalan-jalan ke mall sambil cari makan bareng rombongan lagi. Berhubung perut agak mules jadi cari makan yang hangat-hangat.. Hmm semangkuk bakso pasti enak :). Oh iya 2 orang rombonganku juga sakit perut.. Wueh.. gimana nih orang-orang kok pada sakit??
Malam hari.. Hiks.. bolak-balik ke belakang.. praktis hampir gak tidur deh.. Gak tahu deh sudah berapa kali.. Mungkin kalau ke RS disuruh opname kali. Paginya lemes deh :(. Gak selera makan.. Padahal ini hari terakhir dan mesti bisa.. Kalau gak mesti molor lagi.
Aku yang biasa makan banyak biar sakit juga gak selera makan. Mual gitu lho.. Akhirnya cuma makan omelet sama roti bakar. Aku coba ganti cairan dengan minum oralit tradisional, air+gula+garam :)
Hmmm mendingan habis minum itu.. Mungkin memang benar karena aku kekurangan cairan. Btw teman yang kemarin sakit malah sudah mendingan. Waktu semua mau berangkat eh dianya malah masih pules tidur :))
Oke walaupun waktunya pendek karena berangkatnya telat nunggu si Cha yang bangun kesiangan, alhamdulillah pekerjaan kelar semua. This is out of my expectation. Apalagi kalau melihat perkembangan kemarin yang merambat gitu. Beruntung teman-teman semangat. Sedangkan aku lagi teleer :(. Gimana gak wong ke belakang terus. Akhirnya gak tahan aku minta diantar ke poli biar dapat obat. Alhamdulillah ketemu dokter aja rasanya sudah berkurang sakitnya :)). Dapat obat 4 jenis.. wuah.. baru minum obat mungkin sudah kenyang ya... Habis dari poli minum obat lalu aku coba merebahkan diri di lantai yang dialasi sajadah.. Tidur :)). Mendingan karena aku ternyata bisa tidur nyenyak :). Bangun-bangun sudah selesai semua.. Seperti mimpi ya :))
Akhirnya kami pulang sudah cukup malam. Tapi gak papa.. yang penting pekerjaan kelar. Besok tinggal beli oleh-oleh terus pulang. Gak sempat jalan-jalan nih :(. Kalaupun sempat kayaknya gak bisa juga wong badang loyo. Habis sampai hotel aku langsung tidur sebentar.. nyenyak :)), eh sudah dipanggil-panggil mau cari makan sama rombongan. Ya sudahlah. Kalau gak makan malah tambah sakit ntar.
Pesan dokternya tadi harus makan bubur.. Paling adanya juga di McD, eh buburnya habis lagi :(.
Akhirnya makan nasi sama ayam. Itupun cuma habis separo. Gak papalah.. yang penting sudah berusaha makan.. Hiks.. coba di rumah.. pasti ada yg nyuapin :))
Next day... Lega... Waktunya pulang.... Borong oleh-oleh dulu di toko serba oleh-oleh... dipaket rapi... masuk bagasi :). Oh iya selama di Makasar aku belum merasakan coto sama conro. Kalau conro pernah sih makan di Surabaya, kalo coto belum pernah sama sekali. Akhirnya di bandara Hasanuddin putar-putar cari coto dan dapat :).. he..he.. cuma pengen tahu seperti apa sih.. Mmm kalau di Surabaya itu namanya soto jerohan tapi kuahnya pake santan. Dimakan pake lontong. Bedanya lontongnya gurih.. mungkin ada santannya kali. Lumayanlah.. yang penting tahu rasanya coto Makasar asli :)
Alhamdulillah... finally sampai rumah dengan selamat :)
Btw semula aku pikir sakitku karena gak tahan dengan makanan ikan.. Padahal di Gresik sering lho makan ikan bakar dan... so far so good.. Setelah sampai Gresik akhirnya baru tahu mungkin virusnya sudah dapat dari sini.. Begitu kecapekan langsung deh sakit.. Tahunya?? He..he.. di kantor pada banyak yang sakit diare.. bahkan ada yang opname.. Oalah... apa lagi nih.. Mungkin karena air kali.. atau udara.. Mboh lah.. yang penting semua sudah sehat :))

Jumat, April 11, 2008

Cerita Fit And Proper Test

Saya baru saja diminta untuk mengikuti fit and proper test di kantor. Ceritanya bos saya pindah unit jadi ada lowongan untuk mengisi tempatnya. Ada 4 orang yang diajukan untuk mengikutinya, salah satunya saya.
Sebetulnya acara ini sudah dijadwalkan sejak minggu kemarin, tapi karena Pak Direksi sibuk dan belum ada waktu jadi tertunda beberapa kali, mungkin sudah 5 kali :(. Itupun akhirnya tidak bersama beliaunya, tapi dengan para Kepala Divisi. Karena bolak-balik tertunda itu maka banyak rencana kerjaku yang lain jadi kacau balau karena harus standby menunggu panggilan.. he..he.. kayak calon menteri nunggu dipanggil Presiden aja :)
Dari keempat orang itu saya satu-satunya perempuan dan mungkin yang paling tidak berambisi untuk menempati jabatan tersebut. Alasan saya sederhana, buat saya dalam bekerja yang terpenting adalah bisa enjoy dan bisa mengembangkan diri. Kalau gaji tambah gedhe tapi stres juga buat apa. Artinya, bukan berarti saya alergi naik pangkat lho, tapi dengan yang sekarang saya sudah enjoy.. Kalaupun nanti jadi, ya saya akan menciptakan lingkungan dimana everybody bisa enjoy bekerja.. termasuk saya :)
Nah, karena bolak-balik batal jadinya meresahkan.. Orang-orang yang padha tahu jadi olok-olokan. Saya bilang ke 'rival-rival' saya, "yang penting siapapun yang jadi nanti mari kita dukung dan tidak ada sakit hati di antara kita" :).
Di dunia kerja gesekan pasti banyak.. Apalagi bagi orang IT yang biasanya egonya tinggi.. Nah, di lingkungan kerja, saya memang cenderung untuk ngemong.. Pendekatan saya lebih ke personal. Mungkin karena saya wanita ya jadi bisa lebih luwes kali :)
Kembali lagi ke soal test. Beberapa waktu yang lalu saya ikut ngetest pegawai baru. Kayaknya enak ya ngewawancara.. Eh ternyata gak gampang lho.. Ada teori yang mesti dilakukan supaya data yang kita harapkan kita dapat. Ada orang yang bagus potensinya tapi saat wawancara gak bisa menunjukkan itu karena pertanyaan-pertanyaannya tidak pas, dan kondisi wawancara yang membuat interviewee (yang diwawancarai) jadi nervous dsb.
Waktu ngetest itu sebetulnya semua padha belum punya banyak pengalaman, jadi saat ngetest itulah kita belajar.. Susahnya gini, misal kita mau tahu semangat berprestasinya dia. Nah pertanyaan apa yang mesti ditanyakan supaya informasi itu muncul. Kadangkala jawaban interviewee terlalu teoritis. Maksudnya bukan apa yang sudah dilakukannya tapi yang seharusnya dilakukannya. Wuah.. memang perlu trik untuk melakukannya, dan gak gampang. Di sisi lain interviewer dibatasi oleh waktu dan item informasi yang harus sudah didapat selama waktu itu. Yang susah kalau intervieweenya pendiam. Model yang gak suka bicara.. Susaaahhh banget dapat info. Gimana dengan yang banyak cerita?? Ternyata gak berarti informasi yang diperoleh jadi lebih gampang. Pengalaman teman saya, kebetulan interviewee nya banyak omong. Dia cerita macam-macam. Jadinya capek mengarahkan balik ke poin yang mau ditanyakan, dan ternyata akhirnya banyak pertanyaan yang justru kelewat karena habis waktu dan terkesima dengan jawaban-jawabannya :). He..he.. setelah didengarkan lagi rekamannya, kalau dipikir-pikir anak ini omongnya ternyata banyak gak nyambungnya :)
Balik lagi ke fit and proper test yang harus saya jalani. Nah, kemarin itu saya di-test sama 3 orang. 2 orang calon bos saya dan 1 orang dari SDM. Semula saya tidak berpikir bahwa nanti ya seperti waktu saya ngetest pegawai baru itu. Karena beliau-beliau ini toh sudah tahu saya sehari-hari seperti apa. Aku pikir lebih banyak diskusi tentang materi yang lebih 'mendarat'.
Ternyata pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya sangat subyektif dan kualitatif yang ditanyakan. Misalnya apa kelebihan saya dibanding kandidat lain, seharusnya manager IT itu seperti apa kompetensi yang dibutuhkan, apa visi, misi dan obsesi anda, apa yang menurut saya selama ini dilakukan di Perusahaan cukup sukses dan menguntungkan bagi Perusahaan. Terus terang saya tidak punya persiapan untuk fit and proper test ini karena belakangan saya disibukkan dengan proyek sentralisasi email untuk 3 perusahaan grup kami yang sudah kerjar tayang. Saya pikir pokoknya nanti pas ditanya apa yang ada di otak itu yang akan saya jawab. Ternyata really.. really pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak saya prediksi sama sekali (padahal harusnya wajar ya ditanya itu :))
Honestly, saya sebetulnya tidak suka model pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Jawabannya terlalu di awang-awang, teoritis, subyektif, dan bisa jadi menjelekkan orang lain :). Di sisi lain, sebetulnya setelah saya renungkan, ada banyak jawaban yang seharusnya saya kemukakan, tapi karena tidak terpikir saat itu (habis grogi juga je :)) jadinya gak terungkap. Ternyata aspek membuat nyaman interviewee itu penting ya.. Aku pikir karena aku sudah kenal sehari-hari dengan beliau-beliau ini aku akan merasa nyaman.. ternyata tidak juga.
Di sisi lain saya ini karakternya bukan yang senang membanggakan diri (mungkin karena saya ini orang jawa yang masih banyak sungkan ya??). Kalau disuruh menjual diri (istilah bos saya) itu yang saya tidak bisa. Bagi saya yang penting apa yang dilakukan aja. Apalagi kalau sampai menjelekkan orang lain. Wuah.. pantang deh saya begitu. Bagi saya orang pasti punya kelebihan dan kekurangan. Orang akan perform kalau berada di tempat yang tepat sesuai karakter mereka. So, menurut saya, saya tidak kalah dengan mereka. Tapi tentu saja ada hal-hal yang saya kurang dan mereka lebih. Narsis dikit boleh ya :)
Finally.. lega juga sudah melalui fase itu. Hasilnya.. belum tahu.. kalaupun lolos fase ini masih harus wawancara dengan direksi. Yang bisa dipetik di sini, ternyata gak gampang mengorek informasi dari sebuah wawancara.. Setelah saya merasakan sebagai pewawancara dan yang diwawancarai rasanya next nya saya bisa jadi pewawancara yang lebih baik (karena sudah merasakan jadi interviewee), dan bisa jadi interviewee yang lebih baik (karena sudah jadi intervier), dan tentu saja karena saya sudah pernah merasakan jadi keduanya dan sudah tahu teorinya :))

Senin, April 07, 2008

Pusing Banyak Proyek

Hari-hari terakhir bikin pusing nih.. Banyak proyek yang mesti ditangani, jadi PM lagi. Actually cuma 1 sih, tapi sudah perlu nyiapin buat next project. Yang project 1 ini sudah deadline. Wuah.. tambah deg-degan. Belum lagi mesti pergi kesana kemari jadi mesti ninggalin keluarga :(.. hiks.. kasihan juga si Ijal & Pip. Sebetulnya technically projectnya sederhana walaupun mesti explore banyak, tapi yang bikin pusing kalau sudah ketemu yang namanya politik-politikan. Dimana-mana kalau sudah ketemu itu yang sederhana jadi ruwet. Yang punya kepentingan berusaha memenangkan kepentingannya.. So gimana caranya everybody happy. Itu yang sulit.. Kalau sudah pusing gitu yang enak tidur :))
Soal my team, Alhamdulillah bagus banget. Cuma butuh lebih bagus lagi dalam arrage pekerjaan supaya lebih efektif lagi kerjanya. Tapi yang politik itu lho.. Seringkali malah mempengaruhi technicalnya.. Puzinggg deh.. Doain aja agar lancar ya... Yang politik-politikan biar solved... Amiiinnn

Minggu, Maret 30, 2008

Selamat Ulang Tahun Nak

My lovely Sons, bulan ini berulang tahun. Kebetulan hari ulang tahun mereka hanya selisih 6 hari. Rizal 24 Maret sedangkan Rafif 30 Maret. Rizal tahun ini 8 tahun, sedangkan Rafif 3 tahun. Ada yang pernah berkomentar kok pinter ya ngaturnya bisa selisih 5 tahun gitu. Belum tahu dia gimana kok bisa gitu :)

Kebiasaan di keluarga kami kalau ada yang ulang tahun semua datang mulai Bapak Ibu ku, juga Ibu mertua. Lalu adik-adikku dan adik iparku beserta buntut-buntutnya.. Wuah rame pokoknya..


Nah karena selisih hari ultahnya cuma 6 hari biasanya kami jadikan satu. Tapi si Rizal protes nggak mau dijadikan satu sama adiknya. Maunya sendiri-sendiri. Yah.. Mungkin karena dia sudah mengerti jadi begitu. Masalahnya kalau sendiri-sendiri kasihan yang datang.. Soalnya ada yang jauh-jauh dari Surabaya. Kedua juga lebih berat di ongkos he..he..


Akhirnya biasanya kita cari aja yang hari libur dekat hari mereka berdua ultah. Tapi khusus Rizal pas hari jadinya yang penting ada tiup lilin :)


Nah seperti juga tahun ini, hari ultah Rizal pas hari Senin sedangkan Rafif pas hari Minggu. Akhirnya dipilihlah hari Sabtu untuk merayakan ultah mereka berdua.


Tapi pas Senin tetap ada acara tiup lilin untuk Rizal :). Ini fotonya. Aku belikan Vieneta terus dikasih lilin angka 8 dan ada patung narutonya :). Hadiah sudah dibeli hari Sabtu tapi aku bilang tunggu senin ya... Dia nurut juga, ya udah jadilah kadonya dibungkus bagus dan baru dibuka hari Senin :). Isinya mainan mobil yang ada tracknya. Si Rizal yang pilih sendiri.. Tapi ya gitu.. milihnya lamaaaa banget :), kebanyakan yang bagus malah bingung :)




Satu lagi dia minta cd mainan bobby bola. Nah ceritanya cd bobby bolanya belum dicoba sama sekali, eh Si Pip (panggilan sayangku untuk Rafif) waktu ngeluarkan cdnya keras banget jadinya cdnya pecah deh :(. Hiks.. Harganya 98ribu lho :(... Untungnya boleh ditukar. Hari selasa aku tukarkan. Tapi mesti bayar 25ribu. Gak papalah.. Yang penting gak ilang 98ribunya :).



Oh iya sebelumnya Eyang mereka sudah kasih kado, soalnya hari Minggu sebelum Rizal ultah mau pergi ke Batu. Tuh fotonya lagi bawa kado masing-masing :). He..he.. Rizal pake kostum kebangsaan tuh kalo di rumah sukanya cuma pake singlet dan cd :)









Nah pas hari Sabtu malam, aku ajak seluruh yang datang ke tempat makan namanya Warung Legen. Ini dulu adalah langgananku waktu kecil. Kenapa aku ajak ke sana, sebetulnya bukan karena enaknya tapi yang dekat, dan juga dekat dengan kantor. Habis akhir-akhir ini aku suibuk banget ada proyek yang sudah dekat deadline :(, jadinya ya ngatur acara kilat aja, sesempatnya. Biar ultah kecil-kecilan tapi perlu persiapan juga lho.. Biasanya sih di rumah aja. Tapi di rumah kan lebih ribet. Ya udah mumpung ada rezeki sekali-kali mengajak keluarga besar makan di luar :).


Alhamdulillah... Lancar.. Makanan laris, dan masih banyak yang bisa dibawa pulang :)


Ini foto-fotonya

























Keterangan gambar :


1. My parents sama salah satu keponakan. Namanya Naura



2 & 3 Kue Rizal & Rafif



4 Tiup lilin

5 Makan :)


6. Anak-anak berpose



7. Pagi hari buka kado :)





Anakku.. Cintaku.. Sayangku.. Selamat Ulang Tahun.. Semoga kelak kau menjadi anak anak yg sholeh dan bisa berkarya & bermanfaat bagi lingkunganmu. Dan bisa menjadi kebanggaan ayah ibu. Doa kami menyertaimu Nak.. Amin..

Kamis, Maret 20, 2008

Ayat-Ayat Cinta - Novel vs Film



Ayat-Ayat cinta. Sebuah fenomena yang muncul awal tahun ini menyebabkan orang berduyun-duyun ingin melihat film dan membeli novelnya. Tidak ketinggalan saya. Novelnya baru saja selesai saya baca, sedang filmnya sebetulnya awal ditanyangkan di bioskop saya sudah ikut ngantri namun tidak kebagian tiket :(. Akhirnya ada teman yang berbaik hati meminjamkan jadi lumayanlah :). Saat saya mulai menonton film itu sebetulnya saya lagi membaca setengah novelnya. Habis memang baca novel tentu butuh lebih banyak waktu yang harus diluangkan. Baca novelnya sendiri aku lakukan saat di perjalanan pas lagi dinas keluar kota. Kebetulan di kantor lagi ada project di Jakarta yang menyebabkan hampir seminggu sekali mesti ke sana.
Nah, di saat rasa penasaran pada filmnya yang diserbu penonton begitu banyak, ada film di tangan yang bisa ditonton untuk mengobati penasaranku. Kenapa penasaran?? Karena di milis beberapa kali kujumpai para pembaca novel tidak puas dengan film ini walaupun film nya demikian laris di pasaran.
Akupun mulai memutar filmnya dan menonton dengan seksama. Di adegan pertama langsung saya berkomentar sambil tersenyum... Yah.. memang filmnya tidak seperti novelnya... Contoh di adegan pertama dimana Maria turun ke Flat Fahri sendirian! Ini tidak pernah terjadi di novel karena Fahri sangat menjaga hubungan dengan lawan jenis, sehingga setiap kali Maria berkunjung ke flatnya tidak pernah sendiri. Selalu ditemani kalau tidak orang tuanya ya adiknya.
Nah, kali ini aku kupas aja (pura-puranya jadi komentator nih :)) mulai dari novelnya dulu. Wah kalau saya bilang two thumbs up deh!! Novel ini menggunakan gaya bercerita aku, artinya semua kejadian yang diceritakan adalah seperti apa yang dialami oleh Fahri sendiri. Penggambaran kondisi di Mesir yang panas dan perjuangan dia dalam menjalankan rencana yang sudah dibuat sungguh bisa menggambarkan sosok Fahri yang demikian ideal. Novel ini menurut saya telah berhasil menyodorkan nuansa lain dari novel-novel cinta yang lain. Novel ini sekaligus juga menyampaikan dakwah Islam dengan sangat halus dan dikemas apik sehingga tidak berkesan menggurui. Ditunjang lagi dengan pandangan yang seutuhnya pernikahan dalam Islam dan tentang poligami.
Sosok Fahri sendiri digambarkan adalah sosok yang sangat memegang teguh ajaran agamanya. Sebetulnya ada yang mengganjal bagi saya untuk tokoh Fahri dalam novel ini. Bukan karena apa-apa, tapi menurut saya tokoh Fahri ini terlalu ideal untuk seorang manusia, bahkan mungkin sudah mendekati malaikat :). Apakah iya ada orang seperti itu saat ini?? Barangkali kalau dia memang ada banyak gadis yang antri untuk dia nikahi, bahkan banyak ibu-ibu yang mau menjadikannya menantu :).
Sosok Fahri ini digambarkan terlalu ideal menurut saya. Orangnya serius dan tidak pernah guyon. Di awal cerita sempat terbersit di benak saya bahwa Fahri ini tidak tertarik wanita :). Tetapi ceritanya bisa berbalik 180 derajat di 6/8 buku. Mungkin kang Habib penulisnya seharusnya bisa memberi sedikit sentuhan lain di sosok Fahri yang lebih 'mendarat'. lebih 'manusia' dimana dia juga tergoda walaupun itu hanya di pikirannya dan lalu ditepisnya. Di Film sosok Fahri tidak seideal di Novel. Fahri di film menurut saya lebih mendarat, namun sebetulnya jauh dari penggambaran sebenarnya di novel.
Bagaimana dengan di Film?? Secara general film Ayat-ayat cinta cukup menghibur dan memberi nuansa lain dari film-film yang saat ini banyak beredar. Hanya saja menurut saya film ini berbeda dengan novelnya! Makanya banyak pembaca yang protes setelah melihat filmnya karena memang berbeda. Fokus dari novelnya lebih ke penggambaran tokoh yang demikian teguh memegang prinsip agamanya, menggambarkan ajaran dan pandangan Islam yang sebenarnya. Sedangkan di film, lebih mengeksploitasi kisah cinta antara Fahri, Maria dan Aisha. Seperti halnya sinetron, penonton dibuat haru biru dengan kisah cinta ini.
Di Film, banyak adegan yang tidak sesuai dengan yang ada di novel. Saya tidak tahu kenapa ini terjadi. Apakah karena pembuat skenario tidak membaca dengan detil?? Ataukah sengaja dibuat seperti itu agar ceritanya lebih dramatis?? Atau agar ceritanya lebih 'pop' aja supaya banyak yang nonton.
Contoh perbedaan itu, seperti yang sudah saya sampaikan di atas, Maria tidak pernah datang sendiri ke flatnya Fahri, di film ini digambarkan begitu, bahkan komputer Fahri di novel tidak ada cerita kena virus :). Fahri dan Maria juga tidak pernah berduaan sebelum menikah, tapi di film pernah digambarkan demikian.
Soal Nurul, saat Kyai Jalal meminta Fahri menikah dengan Nurul di novel kejadiannya adalah sebelum Fahri menikah dan disampaikan di flatnya, Kyai Jalal pun saat itu belum tahu kalau Fahri akan menikah, bukan setelah Fahri menikah dan dilakukan di rumah Aisha. Justru di novel pergolakan batin Fahri paling berat adalah di sini, yaitu pada saat dia akan melangsungkan pernikahan dengan Aisha, di saat yang sama dia baru tahu sebetulnya Nurul mencintainya dan ingin menikah dengannya. Di sana diceritakan sebetulnya Fahri sudah lama memendam rasa pada Nurul, namun dia tidak menghiraukan karena merasa perbedaan status mereka terlalu besar, Nurul ada Kyai besar di Indonesia, sedangkan keluarganya keluarga miskin. Dia juga menyesal karena kenapa berita itu baru datang di saat dia akan menikah dengan Aisha hari itu.
Tentang sakitnya Maria, di novel bukan karena ditrabrak mobil atas suruhan Bahadur, tapi Maria sakit karena depresi ditinggal Fahri menikah dengan gadis lain. Yang ini terus terang saya agak heran. Kenapa filmnya bukan seperti cerita di novel aja, pasti lebih menarik karena menggambarkan sosok Maria yang demikian mencintai Fahri sampai jatuh sakit, bahkan koma!
Tentang yang meminta merekam suara Fahri untuk menyadarkan Maria yang sakit sebetulnya adalah permintaan dari keluarga Maria, dan Josef adik Maria yang melakukan, bukan Aisha.
Terus yang meminta Fahri menikahi Maria yang pertama di novel adalah keluarga Boutros (ayah Maria) karena melihat anaknya koma dan kata dokter hanya bisa sembuh oleh sentuhan Fahri. Fahri tidak mau menikahi Maria karena dia sudah berjanji pada Aisha tidak akan memadunya. Lalu keluarga Boutros meloby Aisha agar mengijinkan Fahri menikahi Maria, dan Aisha menyetujuinya, bahkan dia mendukung dengan harapan setelah Maria sembuh akan bersaksi agar Fahri bisa terbebas dari tuduhan memperkosa Noura. Maria ini memang merupakan saksi kunci. Aisha tidak mau Fahri dihukum gantung karena tuduhan itu. Dia tidak mau kehilangan dia sehingga dia jadi janda dan anak dalam kandungannya jadi yatim.
Soal Alicia, seorang bule yang ditolong Fahri di Metro, di novel diceritakan pada akhirnya dia jadi muslimah setelah terbuka matanya dengan penjelasan Fahri soal Islam. Di film ini tidak ada. Saya maklum sih, soalnya agar film ini lebih bisa ditonton banyak orang dari berbagai agama sehingga tidak ada kesan kalah menang.
Soal bagaimana perjuangan Fahri mengetahui jati diri Noura sebetulnya juga tidak disampaikan di film, bahwa Noura yang sejak awal diceritakan sebagai anak Bahadur yang sering disiksa karena berwajah berbeda dengan orang tuanya, ternyata setelah dibantu oleh beberapa orang diketahui bahwa Noura sebetulnya memang anak seorang Jerman yang terhormat.
Satu hal lagi yang menurutku bertentangan dengan novelnya. Di film diceritakan bahwa beberapa kali Aisha bersitegang dengan Fahri setelah menikah karena masalah 'memaksakan' kekayaan Aisha kepada Fahri. Di novel hal ini disinggung juga tapi begitu santun, tidak ada perdebatan, bahkan Aisha sungguh hati-hati mengutarakan itu pada Fahri. Ini penggambaran sosok Aisha yang berbeda menurut saya. Bahkan di film dikisahkan Aisha jadi meragukan sosok Fahri yang memang baru beberapa kali bertemu sebelum menikah setelah ada tuduhan dia memperkosa Naura. Di novel sangat berbeda, dia begitu yakin Fahri tidak bersalah, bahkan sangat mendukung Fahri agar bisa keluar dari penjara.
Waktu di penjara juga, di novel berbeda dengan film. Di novel diceritakan Fahri satu sel dengan beberapa orang 'besar' (kalau tidak salah 6 orang), profesor yang berpengaruh, demonstran dan pembela rakyat kecil. Mereka semua membesarkan hati Fahri. Di film hanya 1 orang, orang ini mentertawakan Fahri walaupun akhirnya menyadarkan Fahri bahwa dia selama ini sombong dan merasa benar serta kurang ikhlas menerima bahwa istrinya lebih kaya. Di novel ini tidak ada.
Soal Maria, di novel tidak sempat sembuh dan pulang ke rumah Fahri setelah menikah, di novel diceritakan bahwa setelah sadar dari koma dan bersaksi di pengadilan Maria pingsan. Menurut dokter dia terlalu emosi sehingga ada pembuluh darah yang pecah. Di rumah sakit itu juga Maria kembali koma, setelah sempat sadar dia minta wudhu dan dituntun membaca syahadat (bukan sholat) lalu meninggal. Dikisahkan selama koma Maria merasa sudah hampir masuk pintu surga namun ditolak karena belum membaca shahadat. Lha di film Maria dikisahkan sempat sembuh dan pindah ke rumah Fahri dan Aisha. Di situ dikisahkan bagaimana kedua istri Fahri merasa saling cemburu dan berusaha menarik perhatian Fahri, sampai Fahri merasa capek mengakurkan keduanya. He..he.. ini sih di film biar lebih dramatik kali ya.. Mungkin ini diambil dari pengalaman orang yang punya 2 istri kali :). Memang menyuguhkan rasa cemburu pasti mengharu biru penonton :).
Itu tadi perbedaan novel dan filmnya. Menurutku sih kalau novelnya di-filmkan murni pasti filmnya bagus, tapi mungkin gak terlalu laku :(, seperti film-film peraih oscar yang tidak masuk box office.
Film AAC ini menurut saya bisa dibuat lebih baik. Saya merasa film ini terlalu terkesan terburu-buru sehingga detil-detil peristiwa yang menguatkan cerita malah tidak ada. Pembuat naskah memaksakan cerita yang panjang dalam film yang berdurasi pendek. Dalam bayangan saya seharusnya yang menjadi Fahri lebih cocok Surya Saputra yang di film itu menjadi paman Aisha. Surya terasa lebih 'berkarakter'. Tapi mungkin karena film ini target marketnya adalah para remaja dan ABG jadilah Fedi yang lebih muda menjadi bintang utamanya. Ceritanya menurut saya sih seharusnya target marketnya adalah orang dewasa yang siap menikah maupun yang sudah menikah karena menyuguhkan konflik poligami.
Kembali ke alur cerita film, sebetulnya kalau durasi pendek namun ingin mengisahkan background pemain, kondisi lingkungan serta latar belakang cerita bisa dilakukan dengan monolog dari Fahri di awal cerita yang menceritakan siapa tiap tokoh di film itu, lalu budaya di sana, termasuk aturan-aturan di Islam yang dipegang teguh Fahri, terus bagaimana kondisi lingkungan Fahri di Mesir yang demikian panas. Dengan monolog itu maka beberapa hal sudah tersampaikan sehingga cerita berikutnya bisa lebih ditangkap maknanya dan bisa dipahami lebih dalam dan menyentuh. Pendek namun bisa membawa pesan novel yang panjang itu ke layar lebar.
Wuah.. saya kok sudah seperti komentator betulan yah :). Jadi resumenya, keduanya cukup bagus untuk dinikmati, namun memang focusnya berbeda. Anggap saja filmnya kebetulan saja beberapa hal sama, jadi bukan novel yang diangkat ke film.
Buat pihak-pihak yang dikomentari mohon maaf :). Ini karena kecintaan saya pada hasil karya Ayat-Ayat Cinta baik novel maupun filmnya. Mudah-mudahan menjadi lebih baik lagi.


Sabtu, Maret 08, 2008

Mendorong anak menulis dengan blog


Anak saya Rizal tergolong yang tidak suka menulis. Jangankan bercerita panjang lebar. Menjawab pertanyaan saja sepotong-sepotong. Saya agak bingung juga. Kata gurunya (biasa dipanggil ustadzah karena di sekolah Islam) bilang bahwa si Rizal ini suka bercerita dan seringkali kata-kata yang dipakai 'ajaib' artinya kata-kata yang tidak biasa dipakai anak seusianya. Gak tahulah.. Saya sedang cari tahu kenapanya. Apa mungkin cara komunikasi kami yang tidak dia sukai.

Nah, si Rizal ini suka sekali baca dan saya dorong untuk sering mengamati percobaan-percobaan sederhana.

Karena alasan itu saya buatkan blog buat Rizal supaya dia mau nulis. Lihat di http://diaryrizal.blogspot.com/ . Apalagi ditunjang dia suka komputer. Barangkali aja mau tulis-tulis di sana. Waktu pertama kali dia lihat blognya.. Wuah seneng banget. Apalagi ada fotonya. Dia bilang "wah buk, fotoku ada di internet ya??". He..he.. Beberapa sampel tulisan saya bikin, lalu saya ajak dia menulis dikit-dikit sambil nambah gambar.

Hasilnya?? Memang belum efektif benar sih karena mungkin pada dasarnya dia nggak hobby nulis. Apalagi yang pakai pensil he..he.. Kalau ada PR berkelitnya panjang banget :)

At least, saya sudah berusaha memberi fasilitas dan cara.. Mudah-mudahan semakin bertambah umur dia semakin ada keinginan menulis. Amin.. Yang jelas guru-guru di sekolahnya senang banget Rizal punya blog :)

Jumat, Maret 07, 2008

Catatan Perjalanan Jakarta - Lewati Jembatan Penyeberangan Slipi

Sedikit catatan perjalananku di Jakarta. Saat ini karena ada proyek besar di Perusahaanku seringkali memaksaku untuk meninggalkan keluarga dan selama beberapa hari ke Jakarta. Seperti beberapa hari lalu. Hari Selasa sampai Kamis aku harus berdinas di Jakarta. Seperti biasanya aku menginap di Hotel Menara Peninsula. Beberapa alasan mengapa aku senang menginap di sini. Pertama memang ini langganan teman-teman. Kedua menurutku hotel ini adalah hotel yang price performancenya bagus. Artinya yang dibayar dan yang didapat oke banget :). Ketiga alasan yang lainnya yaitu dekat dengan mal walaupun kecil. Biasalah kalau kita jauh dari rumah pasti perlu tempat untuk 'jujukan' kalau mau beli barang-barang kebutuhan kecil. Juga cari makan! Nah hotel ini terletak di depan Slipi Jaya Plaza, sebuah mal kecil yang menurutku cukuplah kalau mau buat sekedar cari kebutuhan kecil-kecil, cari makan, beli oleh-oleh sederhana buat anak-anak dan bahkan juga bisa nonton :)
Seperti juga hari itu, hari Selasa malam Rabu. Seperti biasa aku menyeberang jembatan penyeberangan di depan hotel untuk sekedar mencari makan malam di Slipi Jaya Plaza. Tidak seperti biasanya kebetulan my husband juga sedang dinas di Jakarta jadi sekalian aja nginep di Peninsula. My husband sudah menunggu di Slipi Jaya Plaza karena seperjalanan, sedang saya dari hotel mau ke sana.
Jembatan di depan Menara Peninsula ini bisa dibilang unik menurutku. Di sini banyak orang berjualan mulai dari jual cd bajakan, pernik-pernik sebangsa sandal, lighter, sisir, tas kecil, sampai mobil-mobilan ada.
Selama aku lewat sana rasanya pembeli nggak banyak-banyak amat, tapi kalau mereka bisa survive berjualan artinya keuntungan itu pasti ada untuk menyambung hidup mereka :). Jualannya pun berganti-ganti. Hari ini jual topi, lain kali yang dijual sandal.. Begitulah.. jembatan kecil itu jadi 'pasar kecil' yang menghidupi beberapa orang yang mencoba mengais rezeki di sana. Buat aku sendiri bukannya terganggu dengan aksi mereka, karena mereka juga menjual dengan sopan dan tidak memaksa-maksa pembeli. Bahkan kadangkala jualan mereka menarik untuk dibeli, seperti pernah aku beli mobil-mobilan yang bisa jalan pakai baterai dan pintunya buka sendiri. Unik menurutku. Aku beli di sana seharga 10 ribu. Adikku beli di Surabaya 15ribu. Itupun sudah menawar.
Kadangkala aku juga 'meninjau' jualan mereka sekedar pengen tahu. Dan yang pasti karena mereka berjualan di situ, aku jadi merasa lebih aman berjalan di sana. Maklumlah kadang kalau tidak ada teman, terpaksa deh aku lewat jalan itu sendirian malam-malam.
Malam itu saat lewat jembatan, seperti biasanya, ada beberapa ibu-ibu sambil menggendong anaknya yang masih bayi duduk mengemis di sana. Biasanya sekitar 3 orang ibu. Kasihan sekali bayi-bayi mereka, malam-malam harus mencari uang.. Di saat seharusnya mereka mendapatkan kehangatan mereka harus berdingin-dingin, bahkan kadang kehujanan. Seringkali terbersit di hati ini, apakah iya mereka ibunya?? Ataukah cuma bayi pinjaman untuk obyek mengemis mereka?? Apakah ibunya setega itu bayi yang masih perlu kehangatan harus menghirup udara malam yang dingin, bahkan kehujanan. Ah kasihan sekali. Bahkan ada yang pernah cerita kadangkala bayi untuk mengemis itu adalah bayi yang dijual orang tuanya atau bahkan bayi yang diculik. Astaughfirullahaladzim.. Membayangkan saja membuat miris. Kasihan sekali bayi-bayi itu. Ingin sekali rasanya aku memberi uang bayi-bayi itu, tapi bukan ibunya!! Tapi gimana mungkin ya??
Ah malam itu saat melihat mereka pikiranku melayang ke anak-anak yang kutinggal di rumah. Ah setidaknya bayi-bayi itu masih beruntung karena bisa bersama ibunya (itu kalau mereka benar ibunya lho :). Anak-anakku di rumah sendirian tidak ditemani ibunya. Kadang sama pembantu saja, atau sama Eyangnya. Kalau sama Eyangnya masih mending karena bisa diajak jalan-jalan. Ah, dari sisi itu mereka mungkin lebih beruntung malam ini.
Satu lagi yang unik yang aku amati di jembatan itu, yaitu seorang laki-laki, yang yah.. mungkin umurnya baru sekitar 50 tahunan lah. Laki-laki dengan penampilan kumal. Orang ini selalu membersihkan sampah di jembatan itu dengan memakai sapu lidi buntut. Menyapunyapun sambil duduk dan merangkak. Aku tidak tahu apakah memang dia lumpuh atau memang sengaja dia begitu. Laki-laki ini menerima belas kasihan dari orang yang lewat. Yah sebetulnya dia ini adalah pengemis, tapi dia tidak sekedar mengemis. Dia bersihkan jembatan itu dari sampah. Cukup lumayan juga untuk jembatan sepanjang itu, dan tentu saja orang yang membuang sampah sembarangan cukup banyak.
Saya lebih sering memberi orang ini uang daripada pengemis tadi. Kerjanya itu yang aku hargai. Bagiku kerja kerasnya patut dipuji. Bahkan dengan begini menurutku dia tidak layak disebut pengemis!
Pernah suatu saat selama beberapa lama bapak ini tidak beroperasi. Alhasil jembatannya jadi kotor berat dan kumuh.
Karena itu setiap lewat jembatan di depan Slipi Jaya itu selalu aku mengamati bapak tua ini..