Senin, September 15, 2008

Hidup Bahagia Bersama Asisten Rumah Tangga



Kebetulan pas nemu buku yang menarik ini. Pas banget dengan yang dibutuhkan para Bunda ya..
Jadi saya share aja.. Mudah-mudahan bermanfaat.
Buku ini sendiri sebetulnya merupakan kumpulan pengalaman pribadi di komunitas Dunia Ibu yang di-resume-kan sama penulisnya (mbak Dini dan Nike - Pendiri Komunitas Dunia Ibu).
Sekarang saya resumekan lagi..he..he.. biar lebih simple bacanya kali ya

Yang dimaksud Asisten ini adalah orang-orang yang bekerja pada Anda untuk membantu pekerjaan Anda di rumah, entah itu Baby Sitter atau PRT



1. Mengapa Memakai Jasa Asisten ?
Pertanyaan : Mengapa di Indonesia orang lebih suka memakai jasa asisten?
Jawaban :
- Ada beberapa alasan kenapanya. Diantaranya karena kesibukan suami dan istri yang sama, sama bekerja. Atau sekalipun Ibu rumah tangga namun memiliki kesibukan lain
- Ada juga yang tidak mau menggunakan jasa asisten, namun kebanyakan karena alasan malas gonta-ganti asisten karena buruknya pengalaman sebelumnya. Atau karena anak-anak sudah besar dan ingin melatih kemandirian mereka


2. Memilih Asisten
Pertanyaan : asisten, Apa yang perlu diperhatikan dalam rangka memilih yayasan dan baby sitter?
Jawab :
- Yang penting jujur. Untuk mengetahui kejujuran, waktu memilih berikan dia pertanyaan yang sudah kita ketahui jawabannya. Kalau jawabannya salah, berarti dia tidak jujur . Kedua dia haus mau belajar dan menurut. Ada juga yang memilih asisten yang sudah berkeluarga karena biasanya tanggung jawab ke keluarga lebih besar.
- Perlu cari tahu data lengkap asisten, serta aturan mainnya (misal masalah cuti, gaji, kenaikan gaji, baju kerja, berapa kali boleh ganti dll). Juga perlu diinformasikan kepada asisten kondisi rumah kita agar asisten mengetahui sejak dini.

3. Asisten di bawah umur


Pertanyaan :
Saya baru punya asisten yang tinggal di rumah. Usianya 15 tahun. Pekerjaannya tidak pernah ada yang beres dan selalu diberi instruksi terus. Sejak ada dia, saya merasa rumah tambah berantakan.
Jawab :
Mempekerjakan asisten di bawah umur memang harus memiliki kesabaran ekstra karena pada dasarnya mereka masih anak-anak. Harus telaten dalam memberikan instruksi. Berikan kesempatan dia belajar. Kalau memang tidak bisa diajari bisa saja diberhentikan baik-baik. Ada juga yang mengatakan bahwa memiliki asisten di bawah umur ada kelebihannya, yaitu karena mereka masih anak-anak jadi bisa menemani bermain anak-anak kita


4. Menentukan gaji asisten
Pertanyaan :
Berapa gaji yang tepat untuk asisten yang belum memiliki pengalaman kerja? Hal apa saja yang perlu dipertimbangkan ketika menentukan gaji asisten dan bagaimana mengenai kenaikan gaji mereka?
Jawab :
Untuk gaji pertama bisa dengan sesuai permintaan mereka (kalau dari yayasan biasanya ditentukan oleh yayasan), atau mencari tahu di daerah sekitar untuk pekerjaan dan tanggung jawab serupa berapa gajinya.
Ada juga yang melihat gaji di tempat kerja sebelumnya. Setelah itu akan dilihat hasil kerjanya. Kalau baik akan dinaikkan setelah 3 bulan dan ada kenaikan setiap tahunnya.
Jangan lupa menjelaskan apa saja yang mereka dapatkan di luar gaji seperti sabun, pasta gigi, uang jajan, THR dll. Juga soal kenaikan gaji. Ada yang per 6 bulan ada yang per 1 tahun.


5. Pembayaran Gaji Asisten
Pertanyaan :
Bagaimana membayarkan gaji asisten? Apakah dibayarkan setahun, atau setiap bulan? Kalau dibayarkan per bulan takut digunakan untuk hal-hal yang tidak perlu. Kalau langsung setahun cashflow keluarga jadi terganggu. Sebetulnya saya ingin menyimpan uang mereka di bank, namun saldonya kan kecil, kasihan kalau masih harus dipotong biaya administrasi.
Jawab :
- Lebih baik gaji asisten disisihkan tiap bulan sekalipun tidak ditabung khusus.
- Bisa saja kita berikan sebagian kalau takut mereka tidak bisa mengatur keuangan, uang diberikan semua saat lebaran
- Ajari mereka bagaimana cara mengatur keuangan


6. Mengajari Asisten
Pertanyaan :
Saya punya pembantu lulusan SD yang belum pernah bekerja sebelumnya. Semula saya pikir gampang diajari, ternyata sulit sekali. Apa yang harus saya lakukan?
Jawab :
- Ubah standar, karena standar mereka pasti berbeda dengan standar kita
- Minta bantuan pembantu lain (misal pembantu adik, orang tua atau tetangga) untuk mengajari
- Cek apakah pendengarannya baik? Bisa jadi dia sebetulnya kurang pendengarannya.
- Pembantu yang sudah jelas tidak bisa menyerap ilmu dengan baik jangan diberi tugas yang sulit. Bila perlu memang dikeluarkan saja, tapi tunggu penggantinya ada.
- Supaya pembantu tidak lupa, tulis yang harus dikerjakannya dengan huruf besar dan ditempel di kulkas
- Mengajari harus perlahan-lahan dan bertahap. Misal minggu ini mencuci piring. Itu saja dulu, setelah bisa baru diajari tugas lain


7. Mengontrol pekerjaan asisten
Pertanyaan :
Saya baru saja dilapori tetangga bahwa pembantu saya suka memukul anak saya waktu tidak mau makan. Selama ini saya bekerja di kantor jadi tidak tahu apa yang mereka lakukan. Bagaimana cara mengontrol pekerjaan mereka?


Jawab :
- Kalau bisa ada orang dekat yang jadi pengawas mereka
- Tetangga bisa dijadikan salah satu alat untuk mengontrol sikap pembantu kita. Karena itu berbaik-baiklah dan kenallah dengan tetangga
- Melakukan pemeriksaan mendadak ke rumah. Bisa dilakukan sendiri atau minta bantuan orang lain, misalnya saudara.
- Menjalin komunikasi yang baik dengan anak, sehingga apabila ada sesuatu anak akan cerita. Dan tanamkan pada asisten bahwa kita mempercayai cerita anak kita. Bertanyalah di depan asisten agar mereka paham bahwa kita memeriksa hasil pekerjaan mereka.


8. Pembagian Kerja
Pertanyaan :
Saya punya 2 asisten. Yang satu pulang hari, yang lain menetap. Yang pulang hari bertugas bersih-bersih, mencuci, setrika. Yang menetap bertugas memasak dan mengawasi anak-anak. Saat asisten pulang hari berhalangan, asisten menetap menggantikan. Bagaimana pembagian pekerjaan yang baik agar tidak saling iri?
Jawab :
- Pembagian tugas tersebut sudah tepat sambil direview hasilnya. Bisa juga asisten yang sudah lebih senior diberi kewenangan lebih untuk mengatur
- Bisa dengan merotasi pekerjaan, sehingga kita bisa membandingkan pekerjaan mana yang lebih baik dikerjakan si A dan mana yang lebih baik dikerjakan si B.
- Perlu ditekankan pada kedua asisten untuk saling bantu, sehingga bisa meringankan pekerjaan masing-masing.


8. Tegas terhadap Asisten
Pertanyaann :
Bagaimana bersikap tegas terhadap asisten? Seringkali kita bersikap baik mereka malah ngelunjak
Jawab :
- Tegas perlu banget, tapi bukan judes ya. Artinya tegas menempatkan sesuatu pada tempatnya dengan cara baik. Tidak dengan marah-marah
- Untuk mengatasi supaya tidak ngelunjak ngobrol cukup seperlunya saja
- Cari duduk permasalahannya dan bicarakan, kalau memang perlu tegas ya tegas, misal akibat yang ditimbulkan dan sanksi
- Kalau perlu kita meminta maaf apabila pada saat menegurnya terlalu keras sehingga menyakitkan


10. Memarahi Asisten
Pertanyaan :
Saya pernah melihat seseorang memarahi baby sitternya di depan anak. Apa cara ini baik?
Jawab :
- Lebih baik ditegur yang baik tanpa emosi. Itupun dilakukan tidak di depan anak-anak.
- Berusaha bicara baik-baik kepada mereka mengenai harapan kita dengan memberikan alasan yang masuk akal danbisa diterima. Kalau sudah keterlaluan dan tidak bisa ditoleransi, baru marah sambil mengingatkan mereka bahwa saya tidak akan marah seperti ini jika tidak perlu.
- Untuk memarahi di depan anak, saya rasa selama cara kita tidak merendahkan asisten tidak akan memberikan kesan negatif pada diri anak terhadap asisten.
- Kalau bisa jangan sampai kita memarahi asisten kelewatan, sejauh tidak melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan dan kesehatan keluarga. Bukankah yang bisa cocok dengan kita hanya diri kita sendiri?


11. Membuat asisten betah bekerja
Pertanyaan :
Kalau saya punya asisten kenapa tidak bisa bertahan lama ya?
Jawab :
Supaya kerasan, apabila sudah cocok dengan asisten kita :
- Beri gaji yang sesuai dengan pengalaman dan kemampuannya. Cari perbandingan dengan kiri kanan. Jangan sampai gajinya lebih rendah dari tetangga supaya tidak keluar.
- Memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka seperti shampo, sabun, pasta gigi, pembalut, sikat gigi
- Makan, minum, jajan dipisahkan. Jangan beri mereka makanan sisa kita
- Memberi mereka uang jajan atau uang pulsa
- Ajak mereka jalan-jalan
- Kalau punya 2 asisten atau lebih, beri mereka kesempatan untuk berdua misalkan tinggalkan mereka berdua di rumah, atau beri kesempatan mereka jalan-jalan keluar sendiri
- Anggap mereka seperti keluarga
- Sediakan tv untuk mereka menonton sehingga privacy mereka terjaga
- Ambil lebih dari 1 pembantu agar pembantu ada teman
- Kita harus tahu tipe asisten. Ada yang suka ramai-ramai, ada juga yang suka tinggal di rumah.
- Kalau mengajak asisten jalan-jalan, saya beri mereka uang secukupnya buat jajan dan saya biarkan mereka jalan sendiri. Kemudian janjian ketemu jam sekian. Kalau mereka tidak diajak beri oleh-oleh murah meriah. Kalau ada baju yang sudah tidak terpakai mereka ditawari lebih dulu


12. Kebutuhan sehari-hari asisten
Pertanyaan :
Apakah kita harus menyediakan kebutuhan sehari-hari asisten? Bukankah gaji mereka cukup untuk membeli itu semua? Bahkan gaji baby sitter cukup menguras keuangan keluarga
Jawab :
- Kasihan kalau uang gaji mereka harus berkurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
- Saya sering mengajak mereka belanja bulanan dan mempersilakan mereka mengambil sendiri kebutuhan mereka
- Kadang saya malah membelikan juga pakaian dalam dan handuk. Pertimbangannya agar mereka lebih bisa menabung kalau kebutuhan itu sudah terpenuhi.
- Soal pemenuhan kebutuhan sehari-hari biasanya asisten tergantung bagaimana di tempat sebelumnya
- Supaya tidak jorok, daripada mereka harus ngirit-ngirit lebih baik kita belikan
- Kadang saya juga memberikan barang yang murah meriah seperti jepit rambut, tempat pensil, sekedar membuat mereka senang


13. Memisahkan kebutuhan asisten
Pertanyaan :
Apakah wajar jika saya tidak memisahkan kebutuhan asisten dengan kebutuhan keluarga? Misalnya masalah mencuci baju dan makanan? Tapi kadang mereka jadi tidak tahu diri dan menghabiskan camilan yang saya beli untuk keluarga. Sebaiknya bagaimana menangani pembantu seperti ini? Saya ingin mereka merasa seperti di rumah sendiri namun tidak membebani kami.
Jawab :
- Kalau soal makanan biarlah, karena yang tahu kapasitas perut mereka ya mereka sendiri. Ada juga yang memisahkan setiap kali selesai masak supaya mereka tidak perlu menunggu kita apabila mereka ingin makan.
- Kalau saya cuci baju terpisah dari asisten. Kita kan tidak tahu apakah mereka punya penyakit kulit atau tidak. Memang sih pemakaian deterjen semakin banyak tapi aman buat kita.


14. Mengatasi asisten yang boros
Pertanyaan :
Saya mendapati pemakaian barang dirumah boros seperti minyak, pewangi pakaian dan deterjen
Jawab :
- Siasati dengan pembelian sachet. Misal 1 sachet untuk sehari sehingga pemakaian lebih terkontrol
- Bisa juga dengan menjatah. Dikeluarkan seperlunya saja, sisanya ditaruh gudang dan boleh dikeluarkan dengan sepengetahuan kita.
- Asisten perlu diajari berapa takaran yang pas sesuai keinginan kita.


15. Asisten Tidur Siang
Pertanyaan:
Apakah asisten boleh tidur siang? Di rumah orang tua saya asisten tidak boleh tidur siang, namun bagi saya kalau selama pekerjaan beres tidak masalah tidur siang.
Jawab :
- Lebih baik asisten nonton tv, jadi sekalian menunggu rumah
- Selama pekerjaan beres, tidak masalah. Asal mereka bisa dibangunkan sewaktu-waktu bila dibutuhkan
- Kalau tugas mereka menjaga anak sebaiknya tidak tidur siang





16. Kesehatan dan Kebersihan Rambut Asisten
Pertanyaan :
Rambut pembantu saya berketombe dan berkutu. Gimana cara mengatasinya?
Jawab :
- Belikan Peditox untuk kutunya dan kasih tahu cara penggunaannya
- Belikan shampo anti ketombe dan pendekkan rambut untuk mencegah ketombe
- Kalau asisten malas menggunakannya bilang saja saya juga pakai



17. Mengatasi Asisten yang mabuk kendaraan
Pertanyaan:
Asisten saya mabuk kendaraan, padahal saya membutuhkannya waktu saya ajak jalan-jalan dengan anak-anak
Jawab :
- Buka jendela sedikit dan siap-siap berhenti jika dia ingin muntah
- Coba resep kuno: sebelum berangkat kunyah ubi mentah dan kencur
- Beri permen dan obat anti mabuk
- Biasakan diajak naik kendaraan, lama-lama juga terbiasa dan hilang mabuknya
- Menempelkan plester di pusar :)
- Jangan mengkonsumsi makanan berat sebelum berangkat karena akan memperparah keadaan


18.Asisten dengan bau badan
Pertanyaan :
Pembantu saya mengalami bau badan. Kalau sudah keluar bau badannya sampai menempel di anak saya. Bagaimana cara mengatasinya?
Jawab:
- Beri saja produk-produk untuk anti bau badan seperti bedak mandi atau deodoran. Kalau habis belikan lagi
- Bisa juga dengan menyediakan air kapur sirih di kamar mandi yang dipakai untuk dioles di ketiak setelah habis mandi
- Pastikan pembantu memakai handuk setelah mandi. Jika tidak,belikan.


19. Menyiasati asisten yang kuat makan
Pertanyaan :
Teman saya memiliki asisten yang kuat makan? Bagaimana mengat-asinya? Soalnya kerjanya bagus dan telaten dengan anak-anak
Jawab :
- Biarkan saja. Apalagi kalau kinerjanya memang baik. Kalau perlu sediakan makanan tambahan buat mereka seperti jajanan atau mi instan. Kalau mereka suka teh atau kopi, belikan khusus untuk mereka
- Berikan makanan yang murah meriah misalnya singkong
- Berikan uang untuk tambahan makanan mereka supaya mereka bisa mengatur dan memilih sendiri


20. Menyiasati asisten yang susah makan
Pertanyaan :
Asisten saya susah makan. Bagaimana mengatasinya?
Jawab:
- Menasehati agar mau makan dan membelikan camilan bergizi
- Menyisihkan makanan untuk mereka karena terkadang mereka sungkan untuk mengambil. Menaruh makanan kaleng di kamar mereka


21. Bepergian dan menginap dengan asisten
Pertanyaan:
Saya mau bepergian ke luar kota dengan mengajak baby siter. Bagaimana nanti mengatur tempat tidurnya?

Jawab:
- Kalau memungkinkan sewakan kamar sendiri
- Kalau tidak memungkinkan sewa kamar sendiri sediakan extra bed atau tidur di sofa, atau membawa alas tidur sendiri. Namun sebelum berangkat jelaskan kondisinya dulu
- Bisa juga menyewa kamar dengan dilengkapi ruang keluarga sehingga tidak perlu sewa 2 kamar. Mereka bisa tidur di sofa


22. Makan di luar
Pertanyaan :
Kalau makan di luar dengan asisten bagaimana? Apakah kita duduk bersama mereka? Apakah makanannya kita yang memilihkan? Etiketnya gimana?
Jawab:
- Saya suruh asisten makan dulu sebelum berangkat agar lebih fokus kepada anak kami
- Bisa juga dengan memberi mereka uang untuk memilih makanan sendiri dan meja terpisah supaya tidak rikuh
- Kalau semeja usahakan mereka dekat anak-anak supaya bisa sambil mengawasi
- Waktu mengajak mereka kita bisa bergantian untuk menyuapi si kecil


23. Asisten pinjam uang
Pertanyaan:
Menurut rencana saya ingin memberi bonus 2x gaji untuk asisten saya agar dia kerasan. Satu kali gaji sebelum lebaran, satu kalinya setelah dia kembali. Namun dia malah mau pinjam uang 2.5x gajinya. Saya tidak sempat bertanya untuk apa. Apakah perlu dikasih?
Jawab:
- Lihat kinerjanya selama ini dan kejujurannya. Kalau baik tidak apa-apa Ibu beri. Kalau tidak pertimbangkan lagi.
- Kalau sudah dibudgetkan lebih baik diberikan saja. Lebih enak itu tidak bersifat hutang
- Lebih baik jangan menjadikan kebiasaan meminjamkan uang kepada pembantu. Atau kalaupun meminjamkan tidak dalam jumlah besar, sehingga apabila ternyata pembantu tidak kembali bisa diikhlaskan
- Lebih baik uang itu Ibu pinjamkan supaya ada ikatan dan dia mau kembali


24. Asisten pulang kampung
Pertanyaan :
Asisten saya akan pulang kampung pada hari Raya. Ada yang minta 1 minggu ada yang 1 bulan. Dan saya merasa ada satu orang yang tidak akan kembali bekerja kepada saya. Bagaimana agar dia mau bekerja kembali kepada saya?
Jawab:
- Usahakan menikmati hidup tanpa asisten. Turunkan standar hidup. Misal rumah cukup disapu satu kali
- Batasi cuti asisten. Sampaikan kapan seharusnya mereka kembali dan kalau bisa berikan bonus saat mereka kembali
- Bagaimana jika jadwal cuti kedua asisten diatur agar tidak merepotkan?
- Bisa juga dengan memberikan kebebasan kepada mereka untuk menentukan waktu cutinya, namun tekankan bahwa mereka harus menepatinya dan kita tidak suka kalau memperpanjang cuti dengan alasan yang dibuat-buat
- Kalau suami dan istri sama-sama bekerja, bisa menyiasati dengan mengambil cuti berbeda hari
- Kalau butuh asisten di hari Raya bisa mengambil jasa asisten yang memang bisa disewa selama hari Raya. Tentunya dengan tarif lebih mahal


25. Asisten bolak-balik minta pulang
Pertanyaan :
Saya baru mendapatkan asisten. Baru 2 hari sudah minta pulang dengan alasan mengambil baju dan akan mengajak temannya. Karena dengan menangis saya perbolehkan. Pada saat kembali sudah saya ingatkan untuk tidak sering pulang. Belum genap sebulan sudah mau balik ke kampung dengan alasan ingat keluarga mereka. Bagaimana perhitungan gajinya? Proporsional atau dipotong ongkos?

Jawab:
- Katakan kepada dia untuk menunggu sampai mendapatkan asisten baru. Kalau tidak mau ya biarkan pulang. Gaji dibayarkan proporsional
- Mintalah pengertian asisten. Ingatkan kembali tentang tujuan mereka bekerja
- Kalau sudah sejak awal sering pulang sebaiknya dikeluarkan saja. Berikan ongkos pulang untuk tertentu saja misal jika ada keluarganya yang sakit, atau kalau sudah 3 bulan misalnya. Gajinya berikan proporsional
- Sejak awal tekankan bahwa apabila mereka akan pulang sementara atau permanen harus memberi tahu sebelumnya, kecuali untuk keadaan darurat misalnya ada keluarga yang sakit


26. Transpor asisten pulang kampung
Pertanyaan:
Untuk transpor pulang apakah kita berikan 'mentah'nya saja atau kita belikan tiketnya? Apakah dijamin mereka akan kembali bekerja?
Jawab:
- Saya tanyakan berapa harga tiket sekali jalan, dan saya berikan senilai itu. Apabila mereka kembali saya berikan uang pengganti tiket kembali
- Kembali atau tidak bisa juga dilihat dari bawaan bajunya apakah dibawa semua atau tidak


27. Asisten pacaran
Pertanyaan :
Kedua asisten saya punya pacar. Telepon selalu berdering untuk mereka. Saya khawatir berdampak pada anak-anak.
Jawab;
- Diingatkan saja dan ditekankan tentang tugasnya dan jangan berbuat yang tidak-tidak. Beri waktu pacaran hanya di hari libur
- Kalau memang mereka serius beri jatah waktu pacarannya, dan kita berhak untuk tidak memberi ijin. Kalau tidak bisa diajak kompromi pulangkan saja


28. Asisten membawa pacar ke kamar
Pertanyaan:
Suatu malam kami memergoki asisten memasukkan pacar ke kamarnya. Sudah mau kami laporkan ke RT dan ke orang tuanya, namun kami bingung harus bagaimana menyampaikannya. Kebetulan asisten ini andalan kami, khususnya menangani makan anak-anak.

Jawab:
- Kalau saya lebih baik saya pecat. Kembalikan ke orang tuanya dan sampaikan masalahnya.
- Kalau ada majikan saja berani memasukkan pacar apalagi jika tidak ada. lebih baik pecat saja. Pasti nanti ibu mendapatkan gantinya. Daripada anak-anak mendapatkan contoh yang tidak baik.
- Tanyakan kepada anak apakah dia mau diberi makan dia bukan karena takut pada dia?
- Kalau asisten mau mengobrol dengan cowok-cowok tidak saya ijikan pada saat ada anak-anak. Saya tidak mau anak-anak mendengar obrolan mereka


29. Asisten menikah
Pertanyaan :
Saya punya asisten yang akan menikah dan pulang selama 3 minggu, masuk pada minggu ke 4. Apakah saya harus membayar penuh atau proporsional? Karena saya selama itu mencari pengganti asisten yang berarti pengeluaran tambahan

Jawab:
- Bisa saja diberikan sebulan gaji, hitung-hitung sebagai hadiah pernikahan. Tapi bisa juga diberikan waktu dia kembali untuk memastikan dia kembali bekerja
- Dilihat saja, apabila dia sudah lama bekerja bisa dibayarkan penuh, jika belum bisa proporsional


30. Asisten berbadan dua
Pertanyaan:
Saya baru saja memperkerjakan anak 16 tahun yang sudah menikah. Katanya sejak menikah belum haid lagi. Saya khawatir dia hamil.

Jawab :
- Lebih baik mempertimbangkan kembali untuk memperkerjakan wanita hamil, kalau tidak yakin ada baiknya dipulangkan saja. Namun beri alasan dan ajak ngomong baik-baik
- Jika Anda yakin, pastikan kondisi kehamilannya baik dengan memberinya vitamin dan periksa rutin


31. Anak terlalu dekat dengan baby sitter
Pertanyaan :
Saya seorang ibu rumah tangga. Memiliki satu baby sitter. Anak saya lengket sekali dengan baby sitternya padahal saya juga ikut merawatnya dan menyiapkan keperluannya. Ingin saya memecat baby sitter tersebut tapi bagaimana?

Jawab:
- Sebaiknya dicoba untuk mengurangi kedekatan anak dengan baby sitter agar anak mandiri karena baby sitter cenderung memanjakan anak
- Coba pikirkan, apakah Ibu barangkali sering marah/jengkel pada anak?
- Buat suasana yang menyenangkan bersama anak, jangan sering mengomel. Ikut memandikan dan menidurkan mereka dan buatlah permainan2 yang menyenangkan
- Pada saat ada Ibu sebaiknya anak diurus oleh Ibu
- Anak pasti mencari sesuatu yang menyenangkan, yang membuat dia nyaman dan aman. Jadi kalau kita bisa jadi seperti itu, pasti anak akan memilih Ibunya
- Usahakan tidur dengan mereka karena sentuhan yang tidak sengajapun konon kabarnya bisa mengeratkan hubungan
- Kalau mereka minta perhatian kita segera datang dan berusaha berkomunikasi
- Biasanya setelah anak-anak besar mereka tidak akan begitu lagi. Yang penting anak-anak punya tokoh yang konsisten, sensitif dan dapat memenuhi kebutuhan mereka,


32. Asisten mencium anak
Pertanyaan :
Bolehkah asisten mencium anak kita? Kalau tidak boleh bagaimana mengatakannya agar tidak tersinggung?

Jawab :
- Kenapa tidak boleh? Jangan ajari anak menjadi sombong dengan perilaku kita
- Walau kadang tidak suka, saya masih memperbolehkan asisten mencium anak kalau itu memang ekspresi natural dan selama tidak mencium daerah mulut
- Selama yang mencium tidak sedang sakit tidak masalah
- Kalau saya masih memperbolehkan baby sitter mencium anak saya karena dia bersih dan saya tahu riwayat kesehatannya. Tapi kalau pembantu rumah tangga tidak saya perbolehkan karena sering berhubungan dengan benda kotor
- Mencium tanda sayang, itu justru baik. Yang penting kita tahu kebersihan mereka
- Ada juga yang tidak memperbolehkan mencium anak dengan alasan takut tertular virus. Apabila demikian maunya, ya ingatkan saja asisten dengan cara bercanda bahwa Anda tidak suka dia mencium anak


33. Perlakuan buruk asisten kepada anak
Pertanyaan :
Saya seorang ibu rumah tangga. Saya kerap melihat asisten dari tetangga yang kedua orang tuanya bekerja memperlakukan anak dengan buruk. Apa yang harus saya lakukan? Apakah saya harus melaporkan kepada majikannya?
Jawab:
- Sebaiknya ibu laporkan dengan baik-baik


34. Mengganti baby sitter dengan PRT
Pertanyaan :
Sehabis lebaran saya ingin mengganti baby sitter dg PRT. Di samping karena alasan gaji yang lebih mahal. Juga karena anak saya sudah cukup besar (18 bulan). Selama ini semua urusan beres dengan baby sitter. Saya takut dengan saya ganti PRT urusan anak tidak beres. Paling tidak saya ingin dia bisa menyuapi anak saya makan karena anak saya sulit makannya. Di sisi lain kita bisa mengganti baby sitter kapan saja, tidak demikian dengan pembantu.
Jawab:
- Saya tidak pernah menggunakan jasa baby sitter karena saya dengar seringkali mereka hanya mau mengerjakan tugas yang hanya terkait baby saja sehingga banyak nganggurnya. Belum lagi kalau mereka merasa sok tahu dan sok pintar. Saya biasanya menggunakan jasa PRT. Tips menggunakan jasa PRT untuk mengasuhanak : Kita harus telaten dan sabar mengajari mereka tata cara mengasuh anak, padaawal masa kerja berikan daftar tugas yang jelas,jangan segan-segan mengingatkan atau menegur apabila dia melakukan kesalahan
- Cari PRT minimal pendidikan SMP sehingga bisa diajari, dan carilah sebelum babysitter Anda keluar
- Bagaimanapun menurut saya babysitter memang berbeda karena lebih sigap dan berinisiatif dalam mengurus anak. Mungkin karena sudah berpengalaman.
- Babysitter atau pembantu bagaimanapun tergantung orangnya telaten atau tidak. Yang penting Ibu bisa mengajari apa yang perlu dilakukan untuk merawat anak


35. Kegiatan di luar rumah
Pertanyaan:
Perlukah asisten mengekor kita kemana-mana? Kalau tidak diajak dia suka cemberut. Saya sendiri ingin memiliki privacy
Jawab:
- Kalau ibu ingin privacy tidak usah diajak saja. Namun sekali sekali juga perlu ibu ajak.
- Tergantung juga kemana perginya dan apa yang dibutuhkan saat itu. Apabila ibu membutuhkan jasa mereka selama bepergian ya ajak saja
- Berilah kesempatan kepada mereka sekali-sekali untuk refreshing


36. Asisten kursus / sekolah
Pertanyaan :
Saya ingin asisten menambah ketrampilan. Untuk asisten lulusan SMP kursus apa yang cocok?
Jawab:
- Bisa ikut kejar paket C
- Bisa dikursuskan menjahit. Selain bermanfaat buat mereka juga bisa membantu kebutuhan menjahit baju anak di rumah


37. Asisten punya ponsel
Pertanyaan :
Saya punya asisten baru. Setiap hari dia menerima telepon yang katanya dari saudara, teman, adiknya. Sehari bisa 3 kali dia menerima telepon. Apakah sebaiknya saya belikan ponsel saja? Ataukah ini akan menambah masalah? Biaya pulsanya bagaimana?
Jawab:
- Untuk asisten yang menemani anak les saya bekali ponsel. Pulsanya saya belikan. Sedang yang hanya di rumah tidak
- Dibatasi saja, misal sehari boleh terima telepon sekali, dan katakan untuk tidak memberitahu nomer telepon kepada teman-temannya
- Beritahu dia bahwa kita keberatan dia terlalu sering memakai telepon. Katakan telepon hanya dipakai untuk hal penting saja. Dan jangan memeberitahukan nomer telepon ke banyak orang. Cukup keluarganya saja
- Untuk sopir saya meminjamkan ponsel dan pulsanya juga. Namun tetap ada batasnya supaya dia tidak seenaknya memakai. Apabila habis pulsanya dia harus isi lagi sendiri. Tekankan bahwa itu pinjaman agar dia tidak sembarangan memakainya.


38. Asisten kabur
Pertanyaan:
Saya baru saja mendapatkan asisten baru. Tiba-tiba dia menghilang. Dia meninggalkan surat, katanya tidak betah. Saya kepikiran dimana dia sekarang. Bagaimana saya harus memberitahu keluarganya? Untuk melaporkan orang hilang bagaimana prosedurnya?
Jawab:
- Asisten kabur itu biasa. Beritahukan saja kepada keluarganya, sehingga keluarganya tahu itu sudah di luar tanggung jawab Ibu. Kalau perlu tunjukkan suratnya. Bisa jadi itu hanya alasan untuk pulang kampung.


39. Asisgen yang tidak menginap di rumah
Pertanyaan:
Bagaimana menghadapi pembantu yang tidak menginap di rumah kita? Saya pernah dengar pembantu yang pulang pergi punya kecenderungan mengambil barang
Jawab:
- Tergantung orangnya juga kalau soal bisa dipercaya atau tidak. Pembantu yang menginappun punya waktu lebih banyak untuk mengambil barang kalau mau
- Sebaiknya ada yang mengawasi misalnya saudara. Saya pernah memiliki asisten tidak menginap yang suka mengambil barang sepele, misalnya telur. Saya tegur baik-baik, dan saya katakan bahwa saya lebih suka kalau dia meminta apa yang dibutuhkan
- Kadang-kadang pembantu yang tidak menginap suasana di rumahnya bisa terbawa ke rumah kita. Kadang-kadang juga kerjanya superkilat supaya segera bisa pulang


40. Memberhentikan asisten
Pertanyaan:
Saya memiliki pembantu yang kerasan di rumah saya. Masalahnya saya tidak betah bekerja sama dengan dia karena komunikasi dengannya membuat saya kesal. Bagaimana cara memberhentikan dia?
Jawab:
- Utarakan saja baik-baik alasan ibu kenapa memberhentikan dia, daripada Ibu yang jadi korban.
- Perlu dipikirkan untuk mencari penggantinya dulu. Belum tentu penggantinya kerasan, sehingga perlu ibu pertimbangkan lagi. Mungkin sebenarnya dia hanya perlu waktu untuk diberi petunjuk.


41. Beberapa pesan penting untuk asisten
- Jangan membukakan pintu untuk siapapun yang tidak dikenal
- Kalau ditelepon orang tak dikenal, jangan bilang pemilik rumah tidak di tempat
- Kalau petugas listrik datang lebih baik asisten yang membacakan meterannya, tidak usah masuk
- Jangan membawa kunci gerbang keluar rumah karena sekarang banyak kejahatan memakai hipnotis
- Kalau anak yang diasuh jatuh jangan takut bilang
- Kalau pemilik rumah pergi sekeluarga, asisten jangan membukakan pintu untuk siapapun. Kita sendiri perlu membawa kunci
- Kalau ada tamu harus dilihat dulu siapa yang datang dan keperluannya. Setelah jelas baru diijinkan masuk
- Saat berpacaran sama sekali tidak boleh mengajak anak-anak. Atau tidak boleh berpacaran ketika sedang menjaga anak-anak
- Jangan mengizinkanlaki-laki manapun (misal satpam) memegang putri kita, apalagi kalau sudah mulai beranjak dewasa
- Kalau pergi ke warung atau minimarket anak-anak tidak usah diajak
- Jangan menonton filmatau sinetron bertemakan setan/hantu
- Jangan menonton berita kriminal yang mempertontonkan adegan sadis


EFISIENSI PEKERJAAN RUMAH TANGGA SAAT ASISTEN PULANG KAMPUNG

Persiapan sebelum asisten pulang kampung
- 2 hari sebelum asisten pergi, bersihkanrumah dan perabot, sikat kamar mandi, rapikan rumah dari kotoran.
- Bersihkan dapur sampai bawah lemari dan kompor. Tempatkan peralatan dapur yang sering dipakai sesuai fungsinya dan tata ulang bumbu dapur sesuai kebutuhan
- Rapikan dan bersihkan kulkas, buang makanan yang sudah kadaluarsa
- Ganti seprei, tirai, selimut dan taplak. Minta asisten mencuci dan menyetrika sebelum mereka pulang
- Tutup perabot yang jarang dipakai agar tidak berdebu
- Pastikan asistensudah mencuci semua perabot dapur dan baju kotor sebelum mereka pergi
- Beli semua kebutuhan rumah untuk digunakan selama pembantu pergi.
- Asisten diminta menyiapkan makanan untuk 1 minggu lalu disimpan di lemari es. Ini untuk makanan yang bisa tahan lama
- Kalau ada bayi di rumah kenali kebiasaannya. Kapan dia makan, jalan-jalan, tidur dsb. Usahakan bayi mengikuti jadwal itu agar tidak rewel

Saat tidak ada asisten
- Cuci baju 2 hari sekali. Pagi rendam cucian, habis sarapan baju dikucek, lalu dimasukkan mesin cuci. Jadwal cuci diseling jadwal setrika
- Ketika menjemur rapikan baju agar ketika kering tidak kusut sehingga mudah disetrika. Kalau perlu tidak usah distrika
- Mengepel 2 hari sekali. Yang penting lantai bebas debu. Khusus kamar bayi bersihkan, sapu dan pel tiap hari
- Masak makanan yang mudah disiapkan. Sekali-sekali beli masakan siap saji

Tips tambahan
- Rundingkan pembagian tugas dengan suami dan anak-anak sebelum pembantu pergi
- Atur jadwal cuti bergantian dengan suami
- Minta bantuan keluarga dekat untuk membantu di rumah
- Hati dan mental harus benar-benar siap. Jangan terlalu memaksakansemuanya sempurna

RUMAH BERES DAN BERSIH SAAT KEMBALI DARI MUDIK
Pertanyaan:
Bagaimana sebaiknya mengatur rumah saat kita mudik?
Jawab :
1. Kosongkan / keringkan kamar mandi
2. Matikan air langsung dari pusatnya
3. Sapu dan pel seluruh rumah sebelum pergi
4. Taruh kamper atau bubuk kopi disudut rumah supaya rumah tidak bau
5. Lepas seprei dari kasur, tutup kasur dengan koran atau plastik lebar. Boleh juga kasur diberdirikan di tembok
6. Kosongkan kulkas dari bahan makanan
7. Gulung semua karpet
8. Untuk sementara hentikan langganan koran supaya tidak menumpuk
9. Bersihkan/ keringkan dapur,jangan biarkan ada sisa makanan, piring atau alat masak tercecer
10. Buang sampah dalam rumah dan luar rumah. Cuci tong sampah dan tunggingkan

- Pasang seprei di kasur dan untuk menutup peralatan agar tidak berdebu. Lebih mudah mencuci seprei daripada kasur.
- Titip ke tetangga yang tidak mudik untuk ikut mengawasi. Beritahu nomer ponsel Anda supaya mudah menghubungi
- Masukkan semua jemuran di dalam rumah. Taruh di jemuran handuk. Kalau masih basah alasi dengan plastik bekas laundry.
- Nyalakan lampu di tempat strategis atau pakai lampu otomatis yang menyalasaat gelap.
- Saat kembali ke rumah usahakan membawamakanan jadi sehingga tidak repot masak


Semoga bermanfaat :)

6 komentar:

tessy mengatakan...

Rin, makasih ya, postingannya sangat berguna buat ibu2 yang punya asisten.
Tapi, jadi gak perlu beli buku-nya lak an ? Ada copyright protected-nya :-)

Rini Indrawati mengatakan...

Wah Tes, terima kasih ya sudah berkunjung :), tahu dari mana nih?? Kalau Tessy mau beli bukunya boleh kok :)

drshanti mengatakan...

wah mbak, makasih udah bagi2 info dari buku saya :)

Anonim mengatakan...

Dear Moms, sebagai info dan agar tidak mengalami lagi hal seperti saya.
Saya barusan mengeluarkan Baby Sitter untuk anak balita yang kurang ajar. Saya ambil dari Yayasan Purna Karya yang beralamat di Babakan Sari III No. 16, Bandung.

Nama Baby Sitter : Yuli Wahiddatun Khasanah
Asal : Gombong, Jawa Tengah
Umur : 19 thn
Fisik : kurus, kecil, rambut lurus panjang

Alasan saya keluarkan :
1. Tidak bisa mengurus anak.
2. Anak saya sering dibentak2.
3. Kasar. Anak saya nangis mengadu pada saya katanya dipukul mbak. Saya tanya pada suster itu, katanya tidak sengaja. Tetapi hal ini terjadi berkali2.
4. Sering sibuk telpon dan facebook-an dengan teman2 prianya dan membiarkan anak saya bermain sendiri.
5. Pernah saya baca facebooknya, tulisannya sangat kasar. Mengatai anak saya (maaf) "anak goblok diajarin gak bisa2, tolol, ngerepotin, anak gak tau diuntung, anjing bgt kerja di rumah ini, dsb." wew..
6. Sering berbohong.
7. Mulut manis di depan saya, tetapi berkata tidak baik di belakang saya. Setelah dia keluar, saya menemukan buku anak saya yang hilang yang ternyata dijadikan diary pribadi suster itu. Isinya sungguh kasar. Sad..
Padahal selama ini saya selalu bersikap baik padanya.

Secara keseluruhan sifatnya tidak baik untuk standar baby sitter ataupun karyawan. Daripada membahayakan anak saya, lebih baik cepat2 saya keluarkan. Berhati hatilah.

Anonim mengatakan...

Dear Moms, ada saran ketika diajak pergi ke pesta sebaiknya bagaimana perlakuan kepada ART, lalu bagaimana dengan pakaian mereka? harus seperti apa sebaiknya, mohon sarannya. terima kasih

Anonim mengatakan...

Bagus bgt mbak, postingannya sangat bermanfaat